Tampilkan postingan dengan label Info Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 April 2013

Surat Edaran Dikti Dinilai Membingungkan



Shutterstock
KOMPAS.com - Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi mewajibkan semua karya ilmiah program sarjana, magister, dan doktor lulusan setelah Agustus 2012 dimuat di jurnal ilmiah. Kebijakan tersebut dinilai sejumlah rektor tidak jelas dan membingungkan.

”Daya tampung jurnal ilmiah tidak sebanding dengan jumlah sarjana baru setiap tahun sehingga tidak mungkin setiap karya ilmiah termuat di jurnal,” kata Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Komaruddin Hidayat.
Kami sedang mempelajari batasan karya ilmiah itu apa? Karena bisa skripsi, laporan proyek akhir, atau tugas akhir bagi mahasiswa yang magang di sebuah instansi atau perusahaan
-- Rektor Universitas Binus Harjanto Prabowo
Rektor Universitas Indonesia Gumilar Rusliwa Somantri dan Rektor Universitas Binus Harjanto Prabowo, Sabtu (4/2), melontarkan pendapat senada.
Mereka menanggapi surat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tertanggal 27 Januari 2012 yang ditujukan kepada rektor/ketua/direktur perguruan tinggi negeri dan swasta seluruh Indonesia.
Di dalam surat itu dipaparkan kewajiban memublikasikan karya ilmiah ke jurnal ilmiah sebagai syarat kelulusan. Untuk lulus program sarjana, harus menghasilkan makalah yang terbit di jurnal ilmiah. Untuk program magister, harus menghasilkan makalah yang terbit pada jurnal ilmiah nasional, diutamakan yang sudah

Senin, 15 April 2013

S-2 Diimbau Publikasi di Jurnal Terakreditasi




|
Share:
shutterstockilustrasi
JAKARTA, KOMPAS.com — Surat edaran Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi tertanggal 27 Januari 2012 menyebutkan bahwa sebagai syarat kelulusan, mahasiswa S-1, S-2, dan S-3 harus memublikasikan makalah ilmiahnya. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Djoko Santoso mengatakan, level jurnal untuk masing-masing jenjang berbeda-beda.

Ketentuan yang dimuat dalam surat edaran tersebut:
1. Untuk lulus program sarjana harus menghasilkan makalah yang terbit pada jurnal ilmiah.
2. Untuk lulus program magister harus telah menghasilkan makalah yang terbit pada jurnal ilmiah nasional, diutamakan yang terakreditasi Dikti.
3. Untuk lulus program doktor harus telah menghasilkan makalah yang diterima untuk terbit pada jurnal internasional.
Bagi mahasiswa S-2, Djoko mengimbau agar karya ilmiah yang dibuat masuk dalam jurnal nasional yang telah terakreditasi Ditjen Dikti Kemdikbud.
Untuk mahasiswa S-1, Djoko mengatakan, publikasi bisa dilakukan melalui online. Akan tetapi, dengan terlebih dahulu melakukan konsultasi dengan pakar terkait jurnal yang akan diterbitkan. Penerbitan secara online, kata dia, untuk mengatasi keterbatasan ruang jurnal ilmiah yang bisa menampung karya tulis mahasiswa S-1. Bagaimana dengan mahasiswa S-2?

Bagi mahasiswa S-2, Djoko mengimbau agar karya ilmiah yang dibuat masuk dalam jurnal nasional yang telah terakreditasi Ditjen Dikti Kemdikbud. Namun, ia menyadari, jurnal nasional yang terakreditasi masih sangat terbatas. Oleh karena itu, syarat tersebut kemudian diperlonggar. Mahasiswa S-2 diwajibkan memublikasikan karya ilmiahnya dalam jurnal nasional, dan diutamakan yang telah terakreditasi.

"Tak terakreditasi tak masalah, yang penting nasional. Libatkan saja pakar di beberapa daerah untuk me-review, itu sudah bisa dikatakan jurnal nasional. Kalau jurnal internasional itu lebih banyak, ada ribuan di dunia," kata Djoko, saat ditemui Kompas.com, Jumat (3/2/2012), di Gedung Kemdikbud, Jakarta.

Sementara itu, untuk mahasiswa S-3 wajib memublikasikan makalahnya pada jurnal internasional. Ketentuan ini berlaku bagi lulusan setelah Agustus 2012.

Senin, 08 April 2013

Secara Substansi Bagus, tetapi...



Surat Edaran Publikasi Makalah
|
Share:

www.dikti.go.idSurat Edaran Dikti yang memuat ketentuan bagi mahasiswa program S-1, S-2, dan S-3 untuk memuat karya ilmiahnya di jurnal ilmiah. Ketentuan ini berlaku bagi lulusan setelah Agustus 2012.
KOMPAS.COM - Kalangan universitas mulai merespons diterbitkannya surat edaran Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait publikasi karya tulis ilmiah yang menjadi syarat kelulusan bagi mahasiswa S-1, S-2, dan S-3. Rektor Universitas Muhammadiyah Dr Hamka, Jakarta, Suyanto menyambut baik ketentuan yang akan berlaku bagi lulusan setelah Agustus 2012 ini.

Akan tetapi, kata Suyanto, yang menjadi sorotan adalah

Jumat, 15 Juni 2012

Unsri Sediakan 600 Beasiswa Mahasiswa Miskin


ShutterstockIlustrasi
PALEMBANG, KOMPAS.com - Universitas Sriwijaya menyediakan kuota beasiswa Biaya Pendidikan Mahasiswa Miskin Berprestasi untuk 600 orang pada tahun akademik 2012-2013. Demikian dikatakan Ketua Panitia Lokal Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Zulkifli Dahlan.
"Kuota mengalami kenaikan dari 400 orang pada tahun 2011 menjadi 600 orang," ujarnya di Palembang, Rabu (13/6/2012).
Beasiswa Biaya Pendidikan Mahasiswa Miskin Berprestasi (Bidikmisi) itu diberikan kepada mahasiswa yang memiliki potensi secara akademik namun kurang mampu secara ekonomi.
"Penerima beasiswa akan bebas biaya pendidikan berupa sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) dari semester satu hingga delapan dan mendapatkan uang saku sebesar Rp600 ribu per bulan," ujarnya.
Ia meminta lulusan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yang merasa tidak mampu untuk aktif melapor ke Rektorat Unsri.
"Setelah dinyatakan lulus SNMPTN segeralah melapor ke rektorat agar diverifikasi oleh tim yang dibentuk Unsri karena beasiswa akan diberikan terhitung pelaksanaan

Prestasi Melorot, Beasiswa Bidik Misi Bakal Dicabut



KOMPAS.COM - Para mahasiswa penerima beasiswa bidik misi diingatkan untuk mempertahankan prestasi akademiknya. Pasalnya, ancaman pencabutan beasiswa akan diterima jika mereka tidak bisa memenuhi syarat yang ditentukan.
"Hanya dicabut hak beasiswanya, bukan didrop out. Karena mahasiswa memiliki hak untuk tetap kuliah," kata Rektor Universitas Negeri Jakarta, Bedjo Sujanto, di Jakarta (11/6/12).
Ia menjelaskan, kriteria pencabutan beasiswa adalah ketika indeks prestasi mahasiswa menurun di bawah standar selama dua semester berturut-turut. Selain itu, sesuai dengan filosofinya, hak beasiswa bidik misi juga akan dicabut jika mahasiswa bersangkutan ternyata tidak berasal dari keluarga yang benar-benar miskin.
"Setelah kita lakukan visitasi ternyata dia mampu secara ekonomi, atau tidak menunjukkan kepiawaiannya sebagai mahasiswa berprestasi

Kesempatan Beasiswa Dosen PTN dan PTS Sama


KOMPAS.COM - Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Musliar Kasim menegaskan pemerintah tidak membuat perbedaan dalam kesempatan memperoleh beasiswa bagi dosen Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta (PTN/PTS) ke luar negeri.

"Sekarang dosen perguruan tinggi negeri dan swasta punya kesempatan yang sama untuk mendapatkan program beasiswa S2 dan S3 ke luar negeri," kata Muslim Kasim di Padang, Minggu.
   
Ia menjelaskan, sepanjang dosen sudah punya tanda atau bukti diterima pada suatu perguruan tinggi di luar negeri, sudah dapat mengusulkan beasiswa ke Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
   
Pemerintah akan menanggung semua biaya kuliah dan biaya hidup selama menjalankan pendidikan pada perguruan tinggi yang diinginkan tersebut.

UPI Bandung Minta Tambahan Kuota Beasiswa Bidik Misi


KOMPAS/RADITYA HELABUMI
Calon mahasiswa menunggu giliran mengembalikan formulir pendaftaran dan verifikasi dokumen penerimaan mahasiswa baru melalui jalur khusus penelusuran minat dan kemampuan (PMDK) di Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (28/4). Hingga hari ketiga pengembalian formulir, calon mahasiswa yang mendaftar mencapai sekitar 7.000 orang.

TERKAIT:
KOMPAS.COM - Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung meminta tambahan kuota mahasiswa untuk program beasiswa dari keluarga ekonomi lemah atau beasiswa bidik misi, karena tinggal 10 kursi tersisa dari 600 kursi yang dialokasikan.

Rektor UPI Sunaryo Kartadinata dalam konferensi pers menjelang ujian tertulis Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2012 di Bandung, Selasa, mengatakan dari 600 kursi yang tersedia untuk jalur bidik misi, 590 kursi telah diisi melalui jalur undangan.

Menurut dia, UPI adalah salah satu universitas favorit yang menerima jumlah tertinggi mahasiswa program bidik misi secara nasional setiap tahun.
   
"Banyak yang minat melamar bidik misi di UPI. Dari kuota yang tinggal 10, bisa dipastikan masih ada puluhan dan bahkan ratusan peserta SNMPTN yang memerlukan beasiswa, karena itu kami meminta tambahan kuota bidik misi," kata Sunaryo.

Perlukah Mengajarkan Calistung di Usia Dini?


KindyROOKegiatan bermain di KindyROO dilakuakn secara terarah.
Foto:

KOMPAS. COM - Tak sedikit orangtua yang bangga dengan kemampuan balitanya dalam membaca, menulis dan berhitung (calistung). Mereka yakin anak yang diajarkan kemampuan calistung sejak dini lebih pintar dari anak seusianya.

Di tambah lagi, kini semakin banyak sekolah dasar yang mensyaratkan calon siswanya punya kemampuan calistung, kendati hal itu sebenarnya dilarang. Karena khawatir anaknya tidak bisa masuk ke SD favorit, para orangtua pun berlomba-lomba mengajari anaknya calistung, antara lain dengan memilih playgroup atau TK yang menjamin balita mahir calistung sebagai persiapan masuk SD.
Apabila minat membaca dan menulis anak sudah muncul sejak dini mungkin proses mengajarkan calistung pada anak menjadi lebih

Pemerintah Lalai Awasi Perbukuan



Robertus BelarminusFSGI dan FGII mengkritik atas beredarnya buku berkonter remaja terhadap anak Sekolah Dasar (SD). Kritik ini dilangsungkan di Kantor ICW di kalibata, Jakarta Selatan
KOMPAS.COM - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) dan Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) mengkritik peredaran buku di Bandung dan beberapa daerah lainnya yang ditulis Forum Lingkar Pena (FLP) untuk kalangan siswa Sekolah Dasar (SD). Kedua federasi guru tersebut menilai, buku-buku itu tidak sesuai bagi siswa SD karena isinya lebih cenderung untuk kalangan remaja.
Ini tidak sesuai dengan anak SD. Menurut saya, pemerintah harus kembali memikirkan, bahwa banyak buku tidak berkualitas.
-- Retno Listyarti
Beberapa buku yang dikritik tersebut berjudul 'Tidak Hilang Sebuah Nama', 'Ada Duka di Wibeng', 'Syahid Samurai', dan 'Festival Syahadah'. Terkait hal itu, Sekjen FSGI Retno Listyarti, mengatakan, buku yang beredar tersebut tidak sesuai untuk siswa SD. Ia menyayangkan kelalaian dan lemahnya pengawasan pemerintah atas beredarnya buku tersebut.
"Ini tidak sesuai dengan anak SD. Menurut saya, pemerintah harus kembali memikirkan, bahwa banyak buku tidak berkualitas, mulai substansi isi dan untuk apa belajar dari hal itu. Kan bisa, misalnya, dengan buku yang membangun

Kamis, 14 Juni 2012

Indonesia Mengajar Kirim Angkatan Baru ke Pelosok


KOMPAS/BUDI SUWARNAFirman Budi Kurniawan (berdiri) sedang mengajar pelajaran menggambar dan Bahasa Inggris di sebuah bukit di tengah hutan di Dusun Beroangin, Malunda, Majene, Sulawesi Barat, Selasa (18/1/2011). Peserta program Indonesia Mengajar seperti Firman harus kreatif di tengah minimnya fasilitas pendidikan di lokasi penugasan.
KOMPAS.COM - Sebanyak 71 pengajar muda angkatan keempat mulai menuju lokasi mengajar di berbagai daerah Jumat dan Sabtu pekan ini. Mereka akan ditempatkan selama satu tahun di 71 SD di 10 kabupaten di sembilan provinsi.
Retno Widyastuti dari Indonesia Mengajar mengemukakan, para pengajar muda angkatan keempat yang direkrut Indonesia Mengajar ini terpilih dari 8.501 pelamar. Mereka yang terpilih akan mengabdi selama satu tahun, hidup bersama masyarakat, dan memperjuangkan anak-anak di berbagai pelosok untuk mendapatkan pendidikan yang baik.
Setelah mengikuti pelatihan intensif selama tujuh pekan, para pengajar muda ini disebar ke Kabupaten Musi Banyuasin dan Muara Enim (Sumatera Selatan), Lebak (Banten), Pulau Bawean (Jawa Timur), Kapuas Hulu (Kalimantan Barat), Kepualauan Sangihe (Sulawesi Utara), Bima (Nusa Tenggara Barat), Rote Ndao (Nusa Tenggara Timur), Maluku Tenggara Barat (Maluku), dan Fakfak (Papua Barat). Mereka menggantikan para pendahulunya yang akan menyelesaikan

Senin, 11 Juni 2012

Mengimplementasikan Budaya Kepemimpinan di Sekolah


Dunamis FoundationPelatihan implementasi budaya kepemimpinan di SDSN 12 Benhil, Jakarta Pusat.

Sekolah Dasar Standar Nasional (SDSN) 12 Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, yang menjadi sekolah negeri pertama berbasis karakter kepemimpinan di Indonesia, menggelar pelatihan Implementasi Budaya I. Pelatihan yang digelar beberapa hari lalu ini, diikuti oleh para guru, komite sekolah, serta staf administrasi SDSN 12 Benhil.

Implementasi Budaya I merupakan bagian dari penerapan program The Leader in Me, setelah sebelumnya ada Vision Day dan pelatihan The 7 Habits of Highly Effective Educators oleh Dunamis Foundation. Direktur Dunamis Foundation Andiral Purnomo mengatakan, The Leader in Me merupakan program membangun karakter anak didik sejak dini melalui pengembangan karakter kepemimpinan pendidikan

Kamis, 07 Juni 2012

45 Mahasiswa Raih Beasiswa Riset Pangan


ShutterstockIlustrasi
KOMPAS.COM - Sebanyak 45 mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia menerima bantuan dana penelitian Indofood Riset Nugraha. Program ini merupakan bentuk penghargaan yang diberikan kepada peneliti unggul, khususnya dalam bidang yang terkait dengan ketahanan pangan nasional.
Direktur Indofood Franciscus Welirang mengatakan, Indofood Riset Nugraha (IRN) dipersembahkan guna mendorong dan mengembangkan budaya meneliti di kalangan generasi muda. Untuk melaksanakan program ini, Indofood menggelontorkan total biaya sebesar Rp 1,2 miliar.
"Kami berharap IRN dapat memotivasi mahasiswa agar terus berkarya mengembangkan ide dan pemikiran mereka melalui penelitian yang berkualitas, khususnya di bidang keanekaragaman pangan, yang pada akhirnya dapat bermanfaat bagi bangsa Indonesia," kata Franciscus, Rabu (30/5/2012), di Jakarta.
Para peneliti penerima bantuan adalah mahasiswa tingkat akhir dari berbagai jurusan yang akan melakukan penelitian dalam rangka penyelesaian tugas akhir. Penyerahan bantuan ditandai dengan penandatanganan kontrak kerja sama penelitian

Jumat, 25 Mei 2012

Belum Semua Universitas Terima Surat Edaran Dikti




|
Share:
www.dikti.go.idSurat Edaran Dikti yang memuat ketentuan bagi mahasiswa program S-1, S-2, dan S-3 untuk memuat karya ilmiahnya di jurnal ilmiah. Ketentuan ini berlaku bagi lulusan setelah Agustus 2012.

KOMPAS.COM-Meski telah diterbitkan sejak 27 Januari 2012 lalu, ternyata belum semua universitas menerima surat edaran Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi bernomor 152/E/T/2012 terkait publikasi karya ilmiah yang menjadi syarat lulus bagi mahasiswa S-1, S-2, dan S-3. Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Rochmat Wahab mengaku belum menerima surat edaran tersebut.

Ia mengatakan, hingga hari ini pihaknya hanya mendapatkan informasi terkait hal tersebut melalui pemberitaan di media massa. Oleh karena itu, kata Rochmat, ia belum mengetahui secara lebih detail dan implementasi instruksi dari

Selasa, 22 Mei 2012

Beasiswa 10 Juta untuk 10 Pendaftar Pertama



MALANG, KOMPAS.com - Untuk menarik minat para lulusan SMA dan sederajat, Sekolah Tinggi Teknologi (STT) STIKMA Internasional, Kota Malang, Jawa Timur, menyediakan beasiswa senilai Rp 10 juta untuk 10 pendaftar yang memiliki prestasi akademik maupun non akademik.

"Bagi calon mahasiswa baru disini, untuk 10 pendaftar berprestasi dapat beasiswa Rp 10 juta. Mau mendaftar saja sudah mendapat beasiswa, apalagi kalau sudah masuk dan aktif dalam perkuliahan nanti," jelas Edy Kadarwanto, Humas STT STIKMA Internasional, Selasa (15/5/2012).

Menurut Edy, sepuluh beasiswa tersebut akan diberikan kepada seluruh mahasiswa baru pada